Nalar Tekstual Ahli Hadis

Akar Formula Kultur Moderat Berbasis Tekstualisme

Rp 100.000

Penulis : Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, MA. Hum.

Ukuran 15 x 23 cm

Tebal xxx + 334 halaman

Kategori

Sinopsis Buku Nalar Tekstual Ahli Hadis

Tekstualisme ahli hadis merupakan satu media paling penting untuk menjamin orisinalitas dan legalitas tradisi dan perilaku keagamaan muslim. Hal itu memunculkan sebuah kecenderungan, semakin tekstual, semakin mendekati kebenaran.

Namun, sayangnya tekstualisme yang dijadikan sebagai standar orisinalisasi dan legalisasi tersebut ternyata juga mengalami pergeseran makna dan fungsi. Akibatnya, alih-alih mengorisinalisasi dan melegalisasi, justru ia berubah menjadi alat untuk mendekonstruksi dan mendelegitimasi sesamanya dari ajaran Islam.

Berdasarkan hal itu, buku ini hadir menjawab sebuah masalah besar tentang bagaimana rumusan pola pemahaman hadis secara tekstual yang dapat membentuk pola keagamaan kultural-orisinal- moderat di Indonesia modern?

Pertanyaan tersebut akan dijawab dengan cara membuktikan secara empiris-fenomenologis bahwa tekstualisme dalam pemahaman dan penggunaan hadis tidak selalu membentuk pergerakan keagamaan yang puritan, melainkan juga mampu berkompromi dengan budaya lokal dan meniscayakan keragaman.

Pertanyaan tersebut muncul karena adanya sebuah wacana besar yang menyatakan bahwa ahli hadis selalu cenderung tekstualis, puritan, tidak toleran terhadap budaya baru, fundamentalis-sektarian, dan bahkan transnasional. Sikap yang demikian itu dilatarbelakangi oleh fungsi hadis yang sangat sakral bagi umat Islam.

Pada saat yang sama, pertanyaan tersebut juga digunakan untuk menelusuri jejak-jejak radikalisme dan sektarianisme dalam pemahaman hadis secara tekstual di Indonesia, khususnya pasca orde baru, berikut faktor-faktor yang melatari perubahannya. Dengan demikian, ruang pembahasan penelitian ini dalam peta kajian hadis dan Ilmu Hadis adalah terletak pada aspek pemahaman dan penggunaan hadis dalam ruang sosial.

Fokus buku ini diarahkan kepada kajian tentang peranan hadis dalam pembentukan gerakan keagamaan di Indonesia. Secara teknis, pembahasan buku ini tidak bersifat tematik yang hanya menyorot tema-tema tertentu, melainkan lebih pada sorotan terhadap fenomena praktik keagamaan yang didasarkan pada tekstualisme dalam komunitas muslim Indonesia.

Lebih tepatnya, pembatasan tema ini dapat dinyatakan dalam sebuah pertanyaan tentang bagaimana hadis Nabi digunakan dalam sebuah gerakan keagamaan serta apa pengaruhnya terhadap karakter gerakan tersebut? Selamat Membaca!